Alangkah mahalnya iffah(kesucian diri) itu

Alangkah mahalnya iffah(kesucian diri) itumahalnya harga sebuah kesucian

Al-Mubarrid menyebutkan  dari Abu Kamil  dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amru an-Nakh’iy berkata: “terdapat seorang pemuda yang sangat tanpan rupawan di negeri Kufah, terkenal dengan ketaatannya dalam ibadah. Suatu ketika dia singgah di salah satu tempat yang bernama Nakh’iy. Maka tanpa disengaja dia melihat seorang dara dari anak dusun tersebut yang cantik jelita membuat dirinya kehilangan akal dan terpesona padanya. Bagai gayung bersambut sang darapun memiliki perasaan yang sama. Singkat cerita sang pemuda mengirim utusan kepada orang tua gadis itu untuk melamarnya,namun…sayang  seribu sayang sang gadis telah dipertunangkan dengan salah seorang anak pamannya. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Jadilah perintis kebaikan

Keutamaan menjadi perintis kebaikan

Dari Jarir bin Abdillah—semoga Allah meridhoinya—berkata:” Datang serombongan orang dari dusun menemui Rasulullah s maka Beliau melihat kondisi mereka yang memperihatinkan, ditimpa kemiskinan. Maka Beliau menganjurkan agar manusia bersedekah, namun mereka terlihat tidak menanggapi Beliau sehingga terlihat (kegelisahan) pada wajah Nabi s ,hingga datanglah seorang lelaki dari golongan Ansar membawa satu kantong  uang perak, yang kemudian di ikuti yang lainnya sehingga terlihat kegembiraan di wajah Nabi s , setelah itu barulah beliau bersabda:”

Baca pos ini lebih lanjut

Bercermin dari akhlak Syeikh ibn Baz rahimahullah

Syaikh Al-Muhaddits ‘Adnan ‘Ar’ur hafizhahullahu menyampaikan bahwa beliau mendengarkan wasiat yang sering diucapkan oleh Muhaddits abad ini, al-Allamah al-Albani rahimahullah :

“Ajarkanlah aqidah yang lurus kepada umat dan ajarkan akhlaq yang mulia kepada salafiyyin”. Baca pos ini lebih lanjut