Pindah Alamat Website

Untuk ikhwan-ikhwan, Alhamdulillah web ini telah memiliki alamat baru di http://www.abufairuz.com. Bagi ikhwan yang ingin mendapatkan artikel terbaru silakan merujuk ke link web di atas.

Iklan

Betapa berharganya waktu

Berkata Ibnu Mas’ud semoga Allah meridhoinya:”Aku tidak pernah menyesali sesuatu sebagaimana aku menyesali terbenamnya matahari sebagai pertanda berkurangnya ajalku,sementara amalku tidak bertambah.
Berkata Abu Bakar bin Iyash:”jikalah seseorang kehilangan dirhamnya, maka sepanjang hari dia akan menyesalinya dan berkata:”Inna lillahi aku telah kehilangan uang, sementara harinya yang berlalu tampa makna tidak pernah dia sesali, dan tidak pernah mengatakan:”Telah berlalu hariku tampa amal”.

Berkata Abu Ad-Darda’:”Wahai Anak Adam sesungguhnya dirimu adalah bilangan hari-hari,jika berlalu satu hari maka berkurang dan berlalu pula sebagian darimu.Wahai anak Adam sesungguhnya engkau terus-menerus menghabiskan jatah umurmu sejak engkau dilahirkan oleh ibumu. Apakah layak bergembira orang yang usianya menggiringnya kepada ajal, dan hidupnya yang akan berakhir dengan kematian?”

Apakah layak bergembira dengan dunia yang harinya berlalu menghabiskan bulan dan bulan berjalan mengerogoti tahun, dan tahunpun berlalu memakan umurnya….bagaimana bergembira orang yang umurnya menggiringnya ada kematian.
Berkata Alhasan Albashri:”Aku pernah menemukan suatu kaum yang begitu kikir dan perhitungan terhadap umur mereka daripada kikir dan berhitungnya mereka terhadap dirham yang mereka miliki”.

Berkata Bakr Alkazni:”Tidaklah berlalu satu haripun yang Allah keluarkan untuk penduduk dunia kecuali dia(hari) akan menyeru: ‘Wahai anak Adam, manfaatkan aku…boleh jadi tidak ada lagi siang bagimu setelah hari ini…tidak pula berlalu malam kecuali akan menyeru : “Wahai anak Adam manfaatkan aku…boleh jadi engkau tidak menemuiku lagi esok” .

berkata Ar-Rabi’ bin Suliman:”Adalah Imam Syafii telah membagi malamnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk sholat dan sepertiga lainnya untuk tidur”.
Pernah seseorang mengajak ‘Amir bin Abd Qais berbincang-bincang yang tidak bermanfaat, maka dia berkata:”silahkan berbual jika kau mampu menahan matahari”.
Berkata Alhasan Bashri:”Akah diperlihatkan kepada anak Adam umurnya yang dial lalui di dunia,maka setiap waktu yang berlalu sia-sia akan mendatangkan penyesalan yang berkepanjangan bagi dirinya.

Berkata Ibnu Mas’ud-semoga Allah meridhoinya:”Aku benar-benar membenci seseorang yang berleha-leha menganggur, tidak kreatif bekerja untuk dunia maupun akhiratnya.
Tatkala Abu Bakar bin ‘Iyash dalam sakaratul maut, maka Saudarinya menangisinya,tetapi beliau menghibur saudarinya sambil menunjuk kearah sudut kamarnya dan berkata:” tak perlu menangis, sesungguhnya aku saudaramu ini telah mengkhatamkan Alquran disudut kamar itu sebanyak delapan belas ribu kali.

berkata Malik bin Dinar:” sesungguhnya malam dan siang adalah perbendaharaan yang berharga, maka lihat apa yang kalian lakukan pada keduanya.
Adalah Imam Nawawi-semoga Allah merahmatinya- pernah selama dua tahun tidak pernah berbaring meletakkan lambungnya di atas bumi, karena itu beliau memiliki banyak hafalan.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang dapat memanfaatkan waktu dan menjauhkan kita dari kelalaian,amin ya Rabbana.
Batam, 17 sept 2011 bertepatan dengan 18 syawwal 1432 h
Abu Fairuz Ahmad ridwan

Sholat dalam pandangan Salaf

Salah seorang salaf mengatakan, Selama empat puluh tahun, adzan tidak pernah dikumandangkan, melainkan Sa’id bin al-Musayyib telah berada di mesjid sebelumnya. [Tabaqat al Hanabilah 1/141, Hilyat al Awliya 2/163, Sifat as Safwah 2/80]

‘Umar pingsan ketika ia ditikam, dan berdasarkan al-muswar bin makhramah, (bahwa ia berkata) “tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali adzan, jika ia masih hidup”. Mereka mengatakan kepadanya, “Sholat telah usai, hai amirul mukminin!”

Maka ia bangun dan mengatakan,  “Sholatlah, demi Allah! sesungguhnya tidak ada bagian dalam islam bagi siapa saja yang meninggalkan sholat.”  (al-muswar berkata) “Dia menunaikan sholat sedangkan luka yang dideritanya mengucurkan darah.” [Sifat as Safwah 2/131, As Siyar 5/220] Baca pos ini lebih lanjut

Indahnya Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan Kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita… Baca pos ini lebih lanjut

Terapi Rasulullah Dalam Penyembuhan Penyakit Al-Isyq (Cinta)

Oleh : Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Mukaddimah
Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya? mau tau terapinya? Mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnu Qoyyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.

Beliau berkata : Gejolak cinta adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.

Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Al-Quran tentang dua tipe manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz gubernur Mesir yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth

Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina “.Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata: “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. [Al-Hijr: 68-72]

KEBOHONGAN KISAH CINTA NABI DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY
Ada sekelompok orang yang tidak tahu menempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya, beranggapan bahwa Rasulullah tak luput dari penyakit ini sebabnya yaitu tatkala beliau melihat Zaenab binti Jahsy sambil berkata kagum: Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati, sejak itu Zaenab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah: Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:

“Artinya : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya : “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” [Al-Ahzab :37] [1]

Sebagain orang beranggapan ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi, bahkan sebagian penulis mengarang buku Baca pos ini lebih lanjut